1. Home
  2. Haihara-kun’s Strong and Youthful New Game
  3. Haihara-kun’s Strong and Youthful New Game Bab 0 Bahasa Indonesia

Haihara-kun’s Strong and Youthful New Game Bab 0 Bahasa Indonesia

Haihara-kun’s Strong and Youthful New Game
Vol. 1 Ch. 0
Penyesalan Masa Muda

Translator by : kuros
Editor by : kuros

Vol. 1 Ch. 0 - Penyesalan Masa Muda

Itu adalah pemuda abu-abu.

Itu akan menjadi satu-satunya kata yang akan aku gunakan untuk menggambarkan tiga tahun SMAku.

Dan aku masih menyesalinya.

Mungkin jika aku melakukan ini saat itu, segalanya akan berbeda.

Fantasi yang nyaman seperti itu selalu terlintas di benakku.

Ketika aku di SMP, aku adalah apa yang kau sebut orang negatif.

Aku berada di klub mudik dan gak punya teman, apalagi pacar, jadi aku selalu sendirian.

Aku cemburu. Aku iri dengan anak laki-laki di tengah kelas yang tertawa terbahak-bahak. Sepulang sekolah, cowok-cowok itu main mata di kelas dengan cewek yang diam-diam menurutku lucu.

Jadi, ketika aku menjadi siswa SMA, aku memutuskan untuk mengubah hidupku.

Aku juga bertekad untuk memiliki masa muda warna warni dan mencoba membuat debut SMAku.

Tapi gagal total.

aku lebih suka berada dalam situasi yang lebih baik ketika aku masih di SMA. Sedangkan di SMP aku gak punya teman, aku terang-terangan diasingkan di SMA. Mereka semua memiliki lebih dari sedikit perasaan buruk tentangku.

Aku tahu. Ini sepenuhnya salahku. Itu berjalan dengan baik pada awalnya. Tidak, sepertinya berhasil. Jadi aku sedikit terbawa suasana. Akibatnya, semuanya hancur.

“Hei, Natsuki. Maaf, tapi aku gak bisa melindungimu lebih lama lagi. Jika ada, aku lebih kesal padamu.”

Aku masih bisa mengingat dengan jelas momen penting ketika aku dihadapkan dengannya.

Aku bodoh. Seperti itu.

Setelah itu, aku berdiri di sana sebentar.

Namun, aku belajar bahwa mendapatkan kembali kepercayaan yang hilang jauh lebih sulit daripada mendapatkannya.

Masa mudaku yang berwarna pelangi akhirnya menjadi mimpi buruk, dan hari-hari SMAku berakhir dengan warna abu-abu.

Aku sudah lama menahan penyesalan itu.

Aku takin aku akan terus menyeret ini sampai hari aku mati.

Itu adalah musim dingin tahun keempat aku di perguruan tinggi.

Kira-kira sudah berapa tahun, aku bertanya dalam hati.

Di mulutku, aku menyalakan sebatang rokok. Dan perlahan aku hembuskan asapnya.

Aku menyadari betapa aku telah tumbuh.

Di perguruan tinggi, aku melihat kembali tahun-tahun SMAku dan memutuskan untuk bermain aman. Aku lelah mencoba menjadi pria yang ceria dan gagal, dan aku cukup akrab dengan beberapa teman untuk mengadakan pesta minum sesekali. Sulit bagi aku untuk mengatakan apakah aku bersenang-senang, tapi aku gak merasa tidak nyaman. Itu adalah posisi yang bagus untuk berada.

Aku menerima kredit pascasarjanaku tanpa insiden apapun, dan penelitian kelulusan ku berkembang dengan baik.

Aku juga pergi berburu pekerjaan dan menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan infrastruktur dengan masa depan yang aman.

Aku mungkin akan lulus, mendapatkan pekerjaan, dan menjalani kehidupan normal. Bukannya aku tidak menyukainya. Aku yakin bisa menjalani kehidupan normal adalah berkah.

Penyesalan masa muda, bagaimanapun, tidak akan pernah hilang.

Tiga tahun SMAku abu-abu. Setelah itu berlalu, aku menyadari betapa pentingnya itu.

Orang bilang kamu bisa berubah sekarang. Dan kupikir mereka juga benar.

Tapi berubah sekarang tidak akan mengembalikan apa yang telah hilang dariku.

Aku gak akan pernah mendapatkan pemuda berwarna pelangi lagi jika itu yang aku inginkan.

Namun, hidup terus berjalan. Waktu terus berjalan, menarikku menjauh dari kekhawatiranku yang terus-menerus tentang apa yang ada di belakangku.

Jadi akuharus tetap hidup.

Aku tersenyum pahit pada pemikiran itu.

Bukannya aku begitu terlena dengan pemikiran tentang kematian.

Itu hanya sentimen umum.

Akan menjadi penyesalan umum bahwa masa muda ku tidak berjalan seindah yang kuharapkan.

Ya aku tahu.

Jadi, ya, aku suka, ya. Itu hanya doa sederhana kepada Tuhan.

Jika memungkinkan, kataku, aku ingin kesempatan untuk mengulang masa muda itu lagi.


Recommended Series

Comments

Options

not work with dark mode
Reset